
Saat
membuat pakaian atau berbagai produk lainnya menggunakan kain tradisional
seperti batik dan tenun, sering kali adanya sisa bahan yang tidak bisa dipakai.
Hampir tidak mungkin untuk menghindari kain tersisa saat proses pemotongan
kain, selalu ada sisa potongan kecil atau bagian-bagian yang tidak sesuai
dengan pola produksi. Sisa-sisa kain ini sering kali dianggap tidak bernilai
karena tidak cukup besar atau tidak cocok untuk digunakan lagi dalam proses
produksi. Akibatnya, sebagian besar sisa kain tersebut menjadi sampah dan
dibuang sebagai limbah tekstil.
Namun,
setelah itu apa yang terjadi pada sisa-sisa kain ini yang dibuang? Kain-kain
ini, terutama yang mengandung serat sintetis atau zat pewarna kimia, sangat
sulit terurai secara alami. Maka saat berakhir di tempat pembuangan akhir
(TPA), limbah tekstil ini terus menumpuk. Dengan jutaan ton limbah tekstil
menumpuk tiap tahunnya, kain-kain sisa ini telah berdampak negatif pada
lingkungan. Zat pewarna yang terkandung di dalam kainnya mencemari tanah dan
sumber air di sekitarnya. Dan saat limbah tekstil ini dimusnahkan dengan cara
dibakar, dapat melepaskan gas beracun yang berbahaya bagi kesehatan dan
lingkungan. Tanpa adanya pengelolaan yang tepat, limbah tekstil ini akan terus
mencemari lingkungan.
Melihat
masalah ini, Memboemi mengambil inisiatif untuk membuat Koleksi Daur
Ulang Kain Tradisional yang memanfaatkan sisa-sisa kain tradisional seperti
tenun dan batik sebagai bahannya. Inisiatif ini muncul dari kepedulian terhadap
kelestarian lingkungan, dan Memboemi percaya bahwa setiap potongan kain masih
memiliki nilai dan potensi untuk diolah menjadi produk yang fungsional serta
trendi. Karena kain tradisional yang digunakan adalah sisa-sisa, makan pola
yang digunakan untuk membuat produk dalam koleksi ini tergantung stok kain sisa
yang dimiliki pada saat produksi.
Menjelajahi Koleksi Daur Ulang Memboemi
Memboemi
merancang berbagai macam produk yang fungsional sesuai dengan kebutuhan
sehari-hari masyarakat, namun tetap membawa sentuhan tradisional dengan
penggunaan kain tradisional. Berikut adalah jajaran koleksi dari proses kreatif
design thinking Memboemi:
- Foldable Bag Batik: Dibuat dari sisa kain batik
bahan produksi yang dikombinasikan dengan bahan premium taslan, berukuran 14 x
12 x 1,5 cm saat dilipat, 40 x 32 x 8 cm saat terbuka.
Melalui koleksi ini, Memboemi berharap mengajak
masyarakat untuk lebih peduli terhadap isu limbah tekstil dan memilih untuk
menjadi bagian dari solusi. Memilih produk daur ulang kain tradisional berarti
konsumen turut berkontribusi dalam mengurangi pencemaran lingkungan serta
mendukung pelestarian warisan budaya.
Setiap produk Memboemi adalah bukti nyata bahwa limbah
bisa diolah menjadi kemewahan. Bersama Memboemi, mari menenun masa depan yang
lebih hijau dan bersih, satu perca terolah pada satu waktu.